Anggota Koramil 414-01 Tanjungpandan Monitoring dan Ikuti Sembahyang Melasti Umat Hindu

Tanjungpandan Babelku.com – Melasti merupakan upacara penyucian diri untuk menyambut hari raya Nyepi oleh seluruh umat Hindu, digelar untuk menghilangkan kotoran alam dengan menggunakan air kehidupan. Pada umumnya ritual ini dilaksanakan di laut atau di sumber mata air dengan tujuan menyucikan diri dari segala perbuatan buruk pada masa lalu.

Umat Hindu di Kabupaten Belitung dalam rangka menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1945 Masehi melaksanakan upacara Melasti di Pura Beji Dusun Balitung Desa Pelepak Pute Kecamatan Sijuk Kabupaten Belitung, 19/03/2023 dimana peringatan Hari Raya Nyepi tahun ini jatuh pada hari Rabu tanggal 22 Maret 2023.

Kegiatan Melasti tersebut yang dihadiri oleh Anggota Koramil 414-01/Tanjungpandan Serda I Kadek Edi P yang juga Babinsa Desa Pelepak Pute,Minggu 19/03/ 2023 sekira pukul 09.00 WIB untuk mengikuti sekaligus memonitor kegiatan sembahyang bersama (Melasti) umat Hindu dalam rangka menyambut Hari Raya Nyepi tahun saka 1945.

Dibincangi media Babelku.com, Serda I Kadek Edi P menuturkan kegiatan ritual Melasti.

“Melasti merupakan kegiatan rutin umat Hindu yang sudah direncanakan dan di dukung oleh masyarakat dan pemerintah setempat,”Ucapnya.

Hubungan yang harmonis antara manusia dengan manusia, hubungan antara manusia dengan alam dan hubungan manusia dengan Hyang Widhi Wasa Tuhan YME merupakan esensi dari upacara Melasti.

“Wujud sinergisitas antara umat, warga masyrakat dan pemerintah merupakan tekad bersama yang terwujud dalam momen upacara Melasti dalam rangka menyambut tahun baru Saka 1945 Masehi ,”Terang Serda I Kadek Edi P.

Sembahyang bersama (Melasti) umat Hindu dipimpin oleh Ida Bagus Putu Anom dan diikuti oleh Umat Hindu yang berada di wilayah Kabupaten Belitung pada umumnya dan di Dusun Balitung pada khusunya.

Persembahyangan Melasti bertujuan untuk meningkatkan Sradha dan Bhakti kepada para Dewata manifestasi Tuhan Yang Maha Esa, guna menghanyutkan penderitaan masyarakat, menghilangkan papa klesa, dan mencegah kerusakan alam. Tujuan Melasti ini tertuang Dalam lontar Sunarigama dan Sanghyang Aji Swamandala yang dirumuskan dalam Bahasa Jawa Kuno.

Dalam persembahyangan mendapatkan pengamanan dari Pecalang atau pengaman adat, Babinkamtibmas dan Babinsa. Selama kegiatan berjalan dengan aman tertib dan lancar.(ale).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!